BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Palangka Raya. Kegiatan tersebut menjadi sarana pengenalan berbagai program kebahasaan dan kesastraan, khususnya upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah di Kalimantan Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai program kerja Balai Bahasa yang berkaitan dengan pendokumentasian bahasa daerah, pelestarian sastra lisan, hingga pengembangan literasi berbasis budaya lokal. Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa membahas tantangan pelestarian bahasa daerah di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi Sisilda mengatakan, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.
Menurut Rensi, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pelestarian bahasa daerah melalui penelitian maupun karya ilmiah mahasiswa. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa terkait kekayaan bahasa dan sastra lokal di Kalimantan Tengah.
“Mahasiswa memiliki potensi besar untuk ikut mendokumentasikan dan mengenalkan bahasa serta sastra daerah melalui penelitian, skripsi, maupun kegiatan literasi budaya,” ujarnya pada Senin, 18 Mei 2026.
Selain berdiskusi, mahasiswa juga diajak berkeliling lingkungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan mengunjungi perpustakaan. Di lokasi tersebut, mereka diperkenalkan dengan berbagai produk kebahasaan dan kesastraan, seperti kamus bahasa daerah, jurnal, hingga buku cerita anak.
"Kunjungan akademik seperti ini diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Tidak hanya sebagai pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas dan kearifan lokal Kalimantan Tengah," tuturnya lagi.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi bersama antara mahasiswa dan jajaran Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/y)









