SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hujan deras dengan curah mencapai 120 mm yang terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 16.00 hingga 19.00 WIB menyebabkan beberapa ruas jalan di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam K. Anwar menyebut ada puluhan rumah warga dan fasilitas umum terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi hingga 35 cm.

“Di Jalan Baamang 1, ada lima rumah warga yang tergenang air di halaman dengan ketinggian antara 10 hingga 15 sentimeter. Sementara itu, di Jalan Christopher Mihing air menggenangi halaman 13 rumah dengan ketinggian 10 sampai 20 sentimeter, dan di Jalan Walter Conrad sebanyak 39 rumah mengalami hal serupa dengan ketinggian yang sama,” ujar Multazam, Senin, 18 Mei 2026.

Banjir tidak hanya merendam halaman rumah warga, tetapi juga menggenangi dua titik jalan dengan panjang antara 5 hingga 20 meter. Ketinggian air di jalan ini berkisar antara 10 hingga 35 sentimeter.

Dampak banjir juga dirasakan oleh fasilitas umum, salah satunya Panti Asuhan Bahagia yang terendam air setinggi 10 sampai 15 sentimeter di halaman bangunannya.

“Kami juga mencatat dampak banjir pada fasilitas perekonomian masyarakat yang cukup signifikan. Di Jalan Christopher Mihing terdapat tujuh kios warga terendam air dengan ketinggian 10 sampai 15 sentimeter di halaman, sementara di Jalan Walter Conrad ada lima kios dengan kondisi serupa,” paparnya.

Multazam menekankan bahwa fenomena banjir ini merupakan dampak langsung dari curah hujan intensitas tinggi yang terjadi dalam waktu singkat dan meminta masyarakat untuk tetap waspada di musim hujan.

“Data BMKG menunjukkan curah hujan 120 mm selama tiga jam yang menyebabkan meluapnya aliran air di beberapa wilayah. Masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan jika ada kondisi berbahaya,” tegasnya.

Pihak BPBD Kotawaringin Timur terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah antisipasi untuk mitigasi dan penanganan dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Baamang dan wilayah lain yang berpotensi terdampak. (DEVIANA/y)