BORNEONEWS, Sampit- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong petani kembangkan tanaman cabai karena dinilai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi sehingga bisa menguntungkan petani, apalagi saat harga naik seperti saat ini.

"Kalau dikembangkan dengan baik kami yakin petani kita sejahtera," kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Penyuluhan Kotim I Made Dikantara, Selasa (3/1/2017).

Menurut Made, struktur tanah di Kotim cocok untuk pengembangan cabai. Tidak hanya tanah padat, tanah gambut pun cocok ditanami komoditas cabai. Dengan harapan ketergantungan pada distribusi cabai dari daerah lain dapat teratasi, apalagi harga cabai sedang mahal. Untuk itu pihaknya mengaku siap membantu penyediaan sarana dan prasarana penunjang untuk petani.

Jika dilihat dari latar belakang, imbuh Made, Kotim memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kalimantan Tengah, yakni 405.700 jiwa. Itu artinya kebutuhan akan cabai per bulan sekitar 7 ton. Sedangkan pada 2015 sekitar 500 ton saja dan pada 2016 sebanyak 700 ton yang dibutuhkan.

"Pada tahun 2015 tanaman cabai kita seluas 15 hektare, pada tahun 2016 bertambah menjadi 71 hektare," kata Made.

Dia menambahkan, jika ditinjau dari aspek luasan wilayah dan jumlah penduduk, Kotim merupakan wilayah yang cukup potensial untuk didorong menjadi penghasil cabai bagi Kalteng. Dengan begitu, dia berharap ke depan Kotim menjadi penghasil cabai terbesar di Bumi Tambun Bungai. Bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat Kotim, tetapi juga didistribusikan ke daerah-daerah lain di Kalteng. (RAFIUDDIN/B-5)