PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya memaparkan evaluasi terhadap laporan masyarakat yang masuk selama periode Januari hingga Desember 2025.

Melalui SP4N LAPOR Pemko sukses menjaring dan memverifikasi total 2.696 aduan. Data tahunan ini merekam secara jelas peta aspirasi serta keluhan warga, yang nantinya akan dijadikan rujukan utama dalam menyusun strategi pelayanan publik pada tahun anggaran berikutnya.

Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah, mengungkapkan bahwa analisis data pengaduan tahun ini memberikan gambaran yang sangat gamblang mengenai dinamika lapangan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemetaan klasifikasi laporan ini mencerminkan sektor mana saja yang memerlukan perhatian dan akselerasi penanganan paling mendesak dari pemerintah.

"Sepanjang tahun 2025, dinamika sosial dan situasi lingkungan sangat memengaruhi jenis aduan yang masuk. Hasil rekapitulasi ini menjadi potret riil mengenai kebutuhan mendasar warga Kota Cantik yang harus segera kita respons," katanya, Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan data klasifikasi yang dirilis, isu penanganan bencana dan kedaruratan menjadi sorotan utama masyarakat dengan angka yang sangat mencolok, yakni mencapai 1.604 laporan.

Masalah sosial dan kesejahteraan masyarakat berada di urutan kedua terbesar dengan 638 laporan.

Selain itu, warga juga banyak menyoroti persoalan terkait pengaduan berkadar pengawasan sebanyak 197 laporan, serta urusan kependudukan dan pencatatan sipil yang membukukan 176 laporan, sementara sisanya tersebar di sektor pendidikan dan permintaan informasi umum.

Menanggapi dominasi laporan tersebut, Saipullah menjelaskan bahwa tingginya aduan terkait kebencanaan dan masalah sosial sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem serta program penyaluran bantuan yang berjalan sepanjang tahun.

"Tingginya laporan di sektor kebencanaan dan sosial ini menjadi sinyal penting bagi kami. Ini membuktikan bahwa warga sangat mengandalkan kecepatan respons pemerintah dalam situasi darurat, mulai dari penanganan dampak cuaca hingga jaminan keadilan bantuan sosial di lapangan," jelas Saipullah lebih rinci.

Di sisi lain, dari aspek teknis operasional, Diskominfo mencatat bahwa masyarakat kini semakin cerdas dalam memanfaatkan berbagai pilihan kanal pengaduan yang disediakan.

Saluran*Call Center menjadi primadona utama dengan memproses 1.230 laporan, disusul oleh metode Tatap Muka langsung sebanyak 583 laporan, aplikasi Android dengan 540 laporan, serta layanan pesan instan WhatsApp yang menyerap 225 laporan. (HENDRI/y)