PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Junaidi, mengingatkan para mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik atau sekadar mengejar ijazah kelulusan.

Menurutnya, di tengah persaingan zaman yang semakin ketat, lulusan perguruan tinggi harus dibekali dengan keseimbangan antara penguasaan teknologi serta kecerdasan emosional.

Pernyataan itu disampaikan Junaidi untuk menekankan pentingnya persiapan diri yang matang bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja maupun masyarakat luas. Ia menilai ijazah saja tidak lagi cukup menjadi jaminan keberhasilan atau daya saing di masa depan.

“Mahasiswa tidak boleh hanya bergantung pada ijazah, melainkan harus memiliki penguasaan teknologi atau hardskill dan kecerdasan emosional atau softskill yang seimbang,” tegas Junaidi, Senin, 18 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak mengingat hampir seluruh sektor kehidupan dan pekerjaan kini telah berbasis digital.

Di sisi lain, kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun hubungan antarpihak yang tercermin dalam kecerdasan emosional juga sama pentingnya untuk menunjang kesuksesan seseorang dalam berinteraksi dan bekerja sama.

Menurut Junaidi, kombinasi kemampuan teknis dan karakter yang baik inilah yang akan membuat lulusan perguruan tinggi memiliki nilai lebih, mampu menjawab kebutuhan zaman, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

"Oleh karena itu, ia berharap dunia pendidikan dan mahasiswa sendiri mulai lebih menyeimbangkan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas," pungkasnya. (PATHUR/y)