SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meliburkan sekolah lantaran fasilitas pendidikan di wilayah tersebut terdampak banjir. 

"Sudah beberapa hari ini wilayah kami terdampak banjir. Kami minta anak sekolah diliburkan karena fasilitas pendidikan juga terdampak, " kata Camat Mentaya Hulu Edison, Senin, 18 Mei 2026.

Seperti di Kelurahan Kuala Kuayan, air telah menggenangi wilayah tersebut sejak beberpa hari ini. Ketinggian air mencapai 30 Cm- 85 Cm dari permukaan jalan, sehingga membuat fasilitas pendidikan seperti SDN 2 dan SDN 3 Kuala Kuayan tergenang air. 

"Tidak memungkinkan juga proses belajar mengajar dilakukan, selain itu menjaga keselamatan anak didik sehingga lebih baik diliburkan sementara ini, " ungkapnya. 

Ia menyebut hampir sebagian besar desa di wilayahnya terdampak banjir. Jika hujan terus mengguyur diperkirakan akan semakin banyak desa di Kecamatan Mentaya Hulu yang terdampak  banjir. 

"Banjir sudah menjadi langganan di wilayah ini, karena kalau hujan deras dengan waktu cukup lama akan membuat air Sungai Mentaya bagian hulu meluap," ungkapnya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, masyarakat di wilayah tersebut terbiasa dengan genangan air di rumah mereka. Agar aktivitas rumah tangga mereka tetap berjalan, warga membuat titian atau semacam panggung dari kayu di dalam rumah. Sehingga saat banjir, mereka berada di titian tersebut. 

"Titian itu hampir ada di setiap rumah warga kami, ya untuk mengantisipasi kalau terjadi banjir seperti sekarang," tutupnya. (DEVIANA/y)