BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketersediaan hewan kurban untuk kebutuhan Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyebut pasokan sapi kurban sebagian besar didatangkan dari luar daerah, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto mengatakan, sejauh ini distribusi hewan kurban terus berjalan dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat Iduladha nanti.
“Sebagian besar dipasok juga dari NTT Kupang, kemudian dari Sulawesi Selatan dan ada juga dari NTB. Untuk ketersediaan diketahui nanti setelah final, tetapi secara kumulatif kebutuhan kita dipastikan tercukupi,” kata Sugi pada Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Sugiyanto, kebutuhan hewan kurban di Kota Palangka Raya pada tahun lalu mencapai sekitar 1.204 ekor. Sementara untuk tahun ini, jumlah pasokan diperkirakan mencapai 1.500 ekor.
Ia memperkirakan meskipun terjadi pengurangan pasokan sekitar lima hingga 10 persen, jumlah hewan kurban yang tersedia masih berada di kisaran 1.300 ekor dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya.
“Kalau pun misalnya berkurang sekitar lima sampai 10 persen, paling masih sekitar 1.300-an ekor. Dengan kondisi kebutuhan untuk Kota Palangka Raya, pasti tertutup,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan, pihaknya juga terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Palangka Raya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dipasarkan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
Sugiyanto menambahkan, koordinasi dengan daerah pemasok juga terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi menjelang hari raya kurban. (TESTI PRISCILLA/H)









