BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pengawasan dilakukan berlapis dari daerah asal hingga lapak penjualan untuk cegah penyebaran penyakit.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit hewan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sejumlah penyakit menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban, terutama yang berpotensi menular dan membahayakan manusia.
Plt Kepala Distan Kobar, Haryo Prabowo melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Gusti M. Sofyannoor, M.Biotech, menyebutkan, bahwa pengawasan difokuskan pada penyakit strategis.
“Penyakit yang menjadi perhatian utama antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, serta penyakit parasit lainnya,” jelasnya, Senin, 18 Mei 2026.
Menurutnya, penyakit tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan hewan maupun kelayakan sebagai hewan kurban.
Untuk mencegah penyebaran, Distan Kobar menerapkan prosedur pemeriksaan berlapis sejak hewan berasal dari daerah asal hingga tiba di lokasi penjualan.
“Setiap hewan yang masuk ke wilayah Kotawaringin Barat wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh dokter hewan berwenang dari daerah asal,” tambahnya.
Setibanya di daerah tujuan, petugas melakukan verifikasi dokumen serta pemeriksaan fisik secara langsung.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan di kandang penampungan dan lapak penjualan untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat hingga waktu penyembelihan. (NURITA/H)









