BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya, Syaufwan Hadi mengingatkan masyarakat, khususnya para pelamar CPNS 2026 dilingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, agar tidak mudah percaya terhadap oknum calo yang menjanjikan kelulusan menjadi aparatur sipil negara.
Menurut Syaufwan, proses seleksi CPNS dilakukan secara terbuka, transparan, dan berbasis kemampuan peserta. Karena itu, tidak ada pihak mana pun yang bisa menjamin seseorang lulus hanya dengan imbalan uang ataupun kedekatan tertentu.
“Jangan percaya apabila ada pihak yang mengaku bisa meluluskan menjadi pegawai dengan meminta sejumlah uang. Seleksi CPNS dilakukan secara profesional dan hasilnya ditentukan dari kemampuan peserta sendiri,” kata Syaufwan, Senin 18 Mei 2026.
Ia menilai praktik percaloan maupun penipuan berkedok kelulusan CPNS hampir selalu muncul menjelang pembukaan seleksi penerimaan pegawai. Kondisi tersebut, lanjutnya, harus menjadi perhatian serius agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan yang merugikan secara finansial maupun psikologis.
Selain itu, Syaufwan meminta pemerintah daerah dan instansi terkait lebih aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme resmi pendaftaran CPNS. Langkah itu dinilai penting untuk menutup ruang gerak oknum yang mencoba memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
Syaufwan juga mengimbau, masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan praktik percaloan ataupun pungutan liar dalam proses penerimaan CPNS.
"Pengawasan bersama diperlukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses seleksi aparatur sipil negara," tegasnya. (MARINI/H)









