BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Syaufwan Hadi meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya serius mengatasi persoalan penggunaan kantong plastik untuk pembagian daging hewan kurban saat Hari Raya Iduladha, sekaligus membuat kebijakan khusus guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai tersebut.
Menurut Syaufwan, setiap pelaksanaan Iduladha volume penggunaan kantong plastik di masyarakat meningkat cukup signifikan karena dipakai untuk membagikan daging kurban. Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah persoalan sampah plastik apabila tidak segera diantisipasi.
“Pemerintah kota perlu membuat kebijakan yang jelas terkait pengurangan penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban. Ini penting agar persoalan sampah tidak terus berulang setiap tahun,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Ia mendorong pemerintah bersama instansi terkait melakukan sosialisasi kepada panitia kurban di masjid maupun musala agar mulai menggunakan wadah ramah lingkungan, seperti besek bambu, daun, atau wadah yang dapat digunakan kembali.
Selain itu, Syaufwan menilai kebijakan tersebut juga dapat menjadi langkah edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.
Menurutnya, pengurangan sampah plastik harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya cukup besar terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya.
"Kami berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat segera mengambil langkah konkret menjelang Hari Raya Iduladha, sehingga pelaksanaan pembagian daging kurban dapat berjalan lebih tertib, bersih, dan ramah lingkungan," pungkasnya. (MARINI/H)









