PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) melalui PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 3 (UPP KLB 3) menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Pelatihan Sertifikasi dan Bantuan Usaha Welding bagi masyarakat Desa Purbasari, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Kotawaringin Barat ini resmi dibuka melalui kegiatan pembekalan peserta yang diikuti oleh 10 pemuda desa sebagai peserta pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan kompetensi masyarakat lokal sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha mandiri di bidang pengelasan.

Selama 10 hari, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif terkait teknik dasar dan praktik welding sesuai standar kompetensi kerja. Setelah pelatihan selesai, peserta akan mengikuti uji sertifikasi selama dua hari untuk memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Tidak hanya memberikan pelatihan dan sertifikasi, PLN juga menghadirkan bantuan usaha berupa pembangunan workshop tempat usaha, pengurusan badan usaha, hingga bantuan peralatan kerja welding guna mendukung keberlanjutan usaha peserta setelah program selesai.

Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan layanan welding untuk kebutuhan domestik maupun industri ringan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, seperti pembuatan kanopi, pagar, tralis, hingga pekerjaan pengelasan konstruksi industri.

Kepala Desa Purbasari, Edi Mudianto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program TJSL PLN yang dinilai memberikan peluang besar bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan PLN kepada masyarakat Desa Purbasari. Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemuda desa untuk memiliki keterampilan dan usaha mandiri yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja Kotawaringin Barat, Adhy Niken GTK, S.AP, menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah penting dalam menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing dan memiliki standar kemampuan kerja yang diakui.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pengakuan kompetensi melalui sertifikasi BNSP. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.

Manager UPP Kalbagbar 3, Muhamad Indra Firdaus, menyampaikan bahwa program TJSL ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Tidak hanya memiliki keterampilan dan sertifikasi, peserta juga kami dorong agar mampu membangun usaha mandiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga ingin tumbuh bersama masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami berharap pelatihan ini dapat membuka peluang kerja, mendorong kemandirian usaha, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” tuturnya.

Melalui Program Pelatihan Sertifikasi dan Bantuan Usaha Welding ini, PLN UIP KLB berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang lebih kompeten, produktif, dan mampu bersaing, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat. (AHMAD ANSHARI/J)