PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin optimistis pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kota Palangka Raya sebagai tuan rumah kegiatan.

Menurut Fairid, festival budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui berbagai sektor usaha.

“Festival budaya bukan sekadar menjaga warisan budaya tetap hidup, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” kata Fairid Naparin, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan FBIM dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, transportasi hingga ekonomi kreatif lokal. Tingginya kunjungan wisatawan selama festival berlangsung dinilai berdampak langsung terhadap meningkatnya transaksi perdagangan dan konsumsi masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya dua periode itu menilai, event budaya yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah akan memberikan efek ekonomi berantai bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Selain itu, FBIM juga dinilai menjadi media efektif untuk mempromosikan identitas daerah serta berbagai potensi lokal kepada wisatawan. Produk kerajinan, kuliner tradisional, hingga karya seni khas Kalimantan Tengah dapat diperkenalkan lebih luas melalui festival tersebut.

“Pengemasan acara yang profesional dan promosi digital yang kuat akan meningkatkan daya tarik wisata daerah,” ujarnya.

Fairid menambahkan, keberhasilan festival budaya tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari besarnya dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Karena itu, pelaksanaan festival harus tetap melibatkan pelaku budaya, komunitas lokal, dan masyarakat adat agar nilai budaya yang ditampilkan tetap terjaga.

Ia juga menegaskan festival budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan modernisasi.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, festival budaya diyakini dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan budaya di Kota Palangka Raya.

FBIM 2026 sendiri berlangsung pada 17–23 Mei 2026 dengan sejumlah lokasi kegiatan di antaranya GOR Indoor Serbaguna, Bundaran Besar, kawasan bawah Jembatan Kahayan, Stadion Tuah Pahoe, hingga halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah.