BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Kabupaten Kapuas menjadi perhatian setelah proses evakuasi di beberapa lokasi memunculkan diskusi terkait teknik pemindahan korban luka.
Dalam situasi darurat, korban memang membutuhkan pertolongan cepat. Namun, teknik penanganan yang tidak tepat dinilai berisiko memperparah kondisi korban, khususnya apabila terdapat cedera serius akibat benturan.
Ketua BPK Tirta Borneo, Rahmat M. Noor, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan evakuasi korban secara sembarangan tanpa memahami teknik dasar pertolongan pertama.
“Korban kecelakaan lalu lintas bisa menjadi lebih parah apabila terjadi kesalahan dalam proses evakuasi,” ujar Rahmat, Senin, 18 Mei 2026.
Ia mengimbau masyarakat yang menemukan kejadian kecelakaan untuk segera menghubungi tenaga medis, relawan yang kompeten, maupun pihak kepolisian lalu lintas agar korban memperoleh penanganan yang tepat.
“Masyarakat yang mendapat informasi kecelakaan sebaiknya segera menghubungi paramedis, relawan yang kompeten, serta pihak kepolisian lalu lintas,” katanya.
Menurut Rahmat, masyarakat tetap dapat membantu dengan mengamankan area sekitar lokasi kejadian sambil menunggu bantuan datang. Evakuasi dapat dilakukan apabila situasi mendesak dan penolong memiliki pengetahuan dasar yang memadai.
“Niat mengevakuasi korban pada dasarnya baik untuk mengamankan posisi korban dari badan jalan. Namun, apabila korban langsung diangkat tanpa penanganan yang benar, kondisi korban justru bisa menjadi lebih parah,” ujarnya. (SABRIANOOR/j)









