BORNEONEWS, Sampit- Entah ada permasalahan apa, dua ibu rumah tangga (IRT) di Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawarigin Timur (Kotim), tepatnya sekitar perusahaan sawit PT Agro Bukit jadi sasaran penganiayaan tetangganya sendiri, Minggu (1/1/2016) dini hari.
“Ada dua korban, Lina (30) dan Nandra (30) yang melapor ke Mapolres. Mereka mengaku dianiaya tetangganya sendiri yang berinisial MA,” ujar Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Reza Fahmi, Selasa (3/1/2016).
Pelapor mengaku mereka dianiaya oleh MA hingga membuat beberapa bagian ditubuhnya memer. Karena tak terima dengan penganiayaan itu keduanya pun langsung lapor ke polisi.
Kejadian itu sendiri bermula ketika kedua korban sedang merayakan malam pergantian tahun dengan membakar jagung di depan rumahnya. Hal itupun dilakukan hingga pukul 00.10 WIB dini hari.
Tidak berapa lama, datanglah terlapor yang memanggil Lina. Karena merasa tidak ada masalah iapun menghampiri MA. Setelah berpapasan terjadi cekcok antarkeduanya.
Nandra yang melihat hal itu juga langsung menghampiri bermaksud membantu Lina. Namun bukannya berhenti, cekcok malah makin sengit hingga akhirnya terjadilah perkelahian.
Akibat kasus itu Lina mengalami mengalami luka memar pada bagian alis, pipi kiri, leher, dan bibir sebelah atas. Sedangkan Nandra juga menjadi bulan-bulanan MA sehingga ia juga luka lecet dan memar di bagian wajah.
“Kasus tersebut masih kami selidiki dan memeriksa pelapor dan sejumlah saksi guna mengetahui motif penganiayaan tersebut,” kata Reza. (M.HAMIM/B-5)
“Ada dua korban, Lina (30) dan Nandra (30) yang melapor ke Mapolres. Mereka mengaku dianiaya tetangganya sendiri yang berinisial MA,” ujar Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Reza Fahmi, Selasa (3/1/2016).
Pelapor mengaku mereka dianiaya oleh MA hingga membuat beberapa bagian ditubuhnya memer. Karena tak terima dengan penganiayaan itu keduanya pun langsung lapor ke polisi.
Kejadian itu sendiri bermula ketika kedua korban sedang merayakan malam pergantian tahun dengan membakar jagung di depan rumahnya. Hal itupun dilakukan hingga pukul 00.10 WIB dini hari.
Tidak berapa lama, datanglah terlapor yang memanggil Lina. Karena merasa tidak ada masalah iapun menghampiri MA. Setelah berpapasan terjadi cekcok antarkeduanya.
Nandra yang melihat hal itu juga langsung menghampiri bermaksud membantu Lina. Namun bukannya berhenti, cekcok malah makin sengit hingga akhirnya terjadilah perkelahian.
Akibat kasus itu Lina mengalami mengalami luka memar pada bagian alis, pipi kiri, leher, dan bibir sebelah atas. Sedangkan Nandra juga menjadi bulan-bulanan MA sehingga ia juga luka lecet dan memar di bagian wajah.
“Kasus tersebut masih kami selidiki dan memeriksa pelapor dan sejumlah saksi guna mengetahui motif penganiayaan tersebut,” kata Reza. (M.HAMIM/B-5)








