BORNEONEWS, Banjarmasin – Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak dini hari, Senin, 18 Mei 2026.
Tiga wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan. Ribuan rumah warga dilaporkan terendam setelah sungai meluap dan menggenangi permukiman.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD serta Damkar Hulu Sungai Tengah, Fitriadi mengatakan petugas masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak banjir.
“Tim kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Untuk ketinggian air bervariasi,” ujar Fitriadi.
Menurutnya, kondisi banjir di Kecamatan Batu Benawa mulai berangsur surut. Sementara di Kecamatan Barabai debit air sebagian masih bertahan dan cenderung meningkat, sedangkan di Kecamatan Pandawan air masih terus naik.
Banjir juga menggenangi jalan, pekarangan rumah, hingga kawasan permukiman warga di beberapa titik.
Meski demikian, hingga Senin sore belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.
“Hingga sore tadi tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat banjir,” katanya.
Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal turut turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir.
Ia juga mengerahkan petugas gabungan untuk membersihkan tumpukan ranting kayu dan bambu yang menghambat aliran sungai.
“Secepatnya kita selesaikan sampah pohon menumpuk ini. Karena kalau sungai tertutup, aliran air menjadi lambat dan menyebabkan kawasan perkotaan terendam,” ujar Samsul Rizal.
Ia menjelaskan, Sungai Barabai meluap akibat tingginya curah hujan dan berdampak ke sejumlah kawasan seperti Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, hingga Bungur.
Selain menyebabkan genangan, luapan sungai juga membawa sampah berupa ranting pohon dan bambu yang sempat menyumbat aliran air di bawah jembatan, termasuk di Jembatan Dharma.
Namun, tumpukan sampah tersebut kini telah berhasil dibersihkan oleh petugas gabungan bersama relawan dan masyarakat.
“Sampah pohon bambu tersebut telah bersih. Aliran sungai kembali normal dan cuaca juga kembali cerah,” katanya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera menghubungi petugas apabila terjadi kondisi darurat.
ANTARA









