JAKARTA –

BORNEONEWS, Teheran – Pemerintah Iran menegaskan kesiapan menghadapi berbagai risiko di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengatakan angkatan bersenjata Iran siap menghadapi setiap kemungkinan tindakan dari Washington.

“Kami siap untuk skenario apa pun. Angkatan bersenjata Iran telah membuktikan kemampuannya selama 40 hari pertempuran sebelum gencatan senjata bahwa kami akan menghadapi setiap tindakan gegabah dengan kekuatan penuh,” ujar Baghaei dalam konferensi pers, Senin, 18 Mei 2026.

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan CNN menyebut Pentagon telah menyiapkan daftar target serangan di Iran apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan kelanjutan operasi militer terhadap Teheran.

Meski situasi masih memanas, Iran menyatakan dialog dengan Amerika Serikat akan tetap dilanjutkan melalui mediasi Pakistan.

Selain itu, Iran juga masih melakukan pembahasan dengan Oman terkait pengembangan mekanisme navigasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump meminta Iran segera mencapai kesepakatan dengan Washington dan menegaskan waktu menjadi faktor penting dalam proses negosiasi.

Konflik antara AS dan Iran meningkat sejak serangan militer yang dilakukan bersama Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Kedua negara sempat mengumumkan gencatan senjata pada 8 April 2026 dan melakukan pembicaraan di Islamabad, Pakistan. Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Di tengah belum adanya pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali konflik terbuka, Amerika Serikat dilaporkan mulai melakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA