JAKARTA –

BORNEONEWS, Berlin – Pemerintah Jerman mengingatkan perang yang melibatkan Iran berpotensi menjadi ancaman serius bagi perekonomian global, terutama jika berdampak pada jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Wakil Kanselir sekaligus Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil mengatakan konflik di Timur Tengah dapat memicu gangguan besar terhadap pembangunan ekonomi dunia dan perdagangan internasional.

“Perang tersebut merupakan ancaman serius bagi perekonomian global dan menyebabkan kerusakan besar terhadap pembangunan ekonomi,” ujar Klingbeil, Senin, 18 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuan para menteri keuangan negara anggota G7 di Paris, Prancis.

Menurutnya, seluruh pihak perlu mendorong upaya penghentian perang secara permanen demi menjaga stabilitas kawasan dan memastikan jalur pelayaran internasional tetap terbuka.

“Sebagai bangsa Eropa, kami lebih mengutamakan kerja sama dibandingkan konfrontasi,” katanya.

Dalam pertemuan G7 tersebut, para menteri keuangan diperkirakan membahas dampak ekonomi konflik Timur Tengah, termasuk potensi gangguan perdagangan global akibat situasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena dilalui perdagangan minyak dan gas internasional.

Klingbeil menilai krisis yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya Jerman dan negara-negara Eropa memperkuat kemandirian di sektor energi, bahan baku, dan rantai pasok.

Selain negara anggota G7, pertemuan di Paris juga melibatkan menteri keuangan dari Brasil, India, Korea Selatan, dan Kenya.

Sumber: Anadolu/ANTARA