PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mencatat capaian penting dalam aspek keberlanjutan melalui ketertelusuran atau traceability bahan baku tandan buah segar atau TBS yang telah mencapai 100 persen.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk., Henky Satrio Wibowo mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh proses produksi perusahaan dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari asal bahan baku hingga transparansi rantai pasok global.

“Ketertelusuran ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa seluruh produksi Perseroan dapat dipertanggungjawabkan dari sisi asal bahan baku, kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, hingga transparansi dalam rantai pasok global,” kata Henky pada Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam implementasinya, SSMS mencatat ketertelusuran pasokan TBS mencakup sekitar 1,4 juta ton dari kebun inti, sekitar 44,4 ribu ton dari kebun plasma, serta sekitar 516 ribu ton dari pasokan pihak ketiga.

"Dengan capaian tersebut, total sourcing atau pengadaan TBS Perseroan mencapai sekitar 2 juta ton dan seluruhnya telah terlacak secara menyeluruh," terangnya.

Henky menuturkan, sistem ketertelusuran yang diterapkan perusahaan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola industri sawit berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan.

Menurutnya, keterlacakan bahan baku juga menjadi faktor penting dalam menjawab tuntutan pasar global yang kini semakin menitikberatkan aspek keberlanjutan, legalitas, dan transparansi rantai pasok.

“Melalui sistem yang terintegrasi, kami memastikan setiap pasokan TBS yang masuk dapat ditelusuri dengan jelas sehingga mendukung praktik industri sawit yang bertanggung jawab,” katanya lagi.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen SSMS dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di seluruh lini operasional perusahaan. (TESTI PRISCILLA/y)