PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri kelapa sawit nasional melalui dukungan pendanaan terhadap kegiatan pelepasan dan pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit unggul asal Tanzania di Sumatera Utara.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian strategis dalam upaya meningkatkan produktivitas sawit nasional di tengah tantangan stagnasi produksi yang terjadi dalam lima tahun terakhir.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah mengatakan, dukungan terhadap riset dan inovasi sawit menjadi bagian penting dari transformasi industri sawit nasional agar lebih produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing global.

“BPDP terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir, termasuk melalui dukungan terhadap pengembangan plasma nutfah dan sumber daya genetik unggul. Ini penting untuk menjawab tantangan produktivitas sawit nasional yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan,” ujarnya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan pelepasan bibit sawit unggul tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri sawit nasional, mulai dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), lembaga riset, pelaku usaha perkebunan, hingga pemerintah.

Sebanyak 29.281 bibit sawit unggul asal Tanzania didistribusikan kepada sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Utara sebagai bagian dari pengayaan plasma nutfah dan pengembangan generasi baru sawit Indonesia.

Menurut Alfansyah, pengembangan sumber daya genetik baru menjadi langkah penting mengingat banyak tanaman sawit nasional saat ini telah memasuki usia tua, yakni di atas 25 tahun, sehingga berdampak terhadap produktivitas kebun.

“Peremajaan dan pengembangan bibit unggul menjadi salah satu kunci agar industri sawit nasional tetap mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai kajian industri, produksi minyak sawit nasional dalam lima tahun terakhir berada pada kisaran 52 hingga 54 juta ton. Di sisi lain, kebutuhan domestik terus meningkat seiring implementasi program biodiesel nasional dari B35 menuju B40 hingga persiapan B50.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadikan peningkatan produktivitas sebagai agenda prioritas nasional yang harus didukung seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui dukungan terhadap inovasi dan pengembangan varietas unggul, diharapkan produktivitas sawit nasional dapat meningkat tanpa harus memperluas lahan secara masif. Ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)