SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Ninuk Muji Rahayu, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan segera dilaksanakan. Kegiatan tersebut dianggap sebagai langkah strategis penting untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas guna mendukung pembangunan daerah secara efektif.

“Sensus Ekonomi menjadi bagian penting dalam memotret kondisi perkembangan perekonomian masyarakat, termasuk potensi usaha di tingkat desa dan kelurahan,” ungkap Ninuk Muji Rahayu, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi akan menjadi basis utama dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah dengan pembangunan yang lebih maju, kuat, dan berkelanjutan.

“Sensus Ekonomi ini sangat krusial karena memberikan gambaran nyata tentang dinamika ekonomi masyarakat kita. Dengan data yang valid dan menyeluruh, pemerintah dapat merancang program-program pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat di setiap desa dan kelurahan,” tambahnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun ini dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Kepala Dinas PMD mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam sensus ini, memberikan data yang benar dan lengkap sehingga hasilnya dapat maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Mari bersama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Berikan data yang benar dan lengkap untuk mewujudkan pembangunan yang lebih maju, kuat dan berkelanjutan,” ajaknya.

Pelaksanaan sensus tersebut melibatkan berbagai pihak terkait dengan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan sistematis. Diharapkan hasil sensus dapat menjadi landasan kuat bagi Kabupaten Kotawaringin Timur dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalisasi potensi sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhan riil. (DEVIANA/y)