BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi industri kelapa sawit nasional melalui dukungan pendanaan terhadap pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit unggul asal Tanzania di Sumatera Utara.
Program tersebut diharapkan mampu memperkaya keragaman genetik kelapa sawit Indonesia sekaligus menjadi fondasi lahirnya varietas unggul baru yang lebih adaptif, produktif, tahan terhadap cekaman lingkungan, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah menyampaikan, pengembangan bibit unggul dan inovasi riset sawit merupakan bagian dari strategi jangka panjang BPDP dalam memperkuat fondasi industri sawit nasional di tengah meningkatnya kebutuhan domestik dan tantangan global yang semakin kompleks.
“Pengembangan sumber daya genetik unggul menjadi investasi strategis bagi masa depan sawit Indonesia. BPDP mendukung berbagai upaya riset dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus memastikan industri sawit nasional tetap berkelanjutan,” ujar Alfansyah pada Selasa, 19 Mei 2026.
Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi agenda penting mengingat industri sawit nasional kini menghadapi tantangan stagnasi produksi, sementara kebutuhan domestik terus meningkat seiring implementasi program biodiesel dari B35 menuju B40 hingga persiapan B50.
BPDP memandang penguatan riset, inovasi, dan pengembangan plasma nutfah sawit sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga pembangunan ekosistem inovasi sawit nasional yang melibatkan dunia usaha, lembaga penelitian, akademisi, dan pemerintah.
Selain pengembangan bibit unggul, kerja sama Indonesia–Tanzania juga diarahkan pada penguatan riset penyerbukan biologis melalui introduksi beberapa spesies serangga penyerbuk untuk meningkatkan fruit set tanaman sawit. Program tersebut menjadi bagian dari strategi intensifikasi produktivitas tanpa perlu melakukan ekspansi lahan baru.
Alfansyah menilai, pendekatan berbasis inovasi dan teknologi menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional di masa depan.
“Kami ingin transformasi industri sawit Indonesia tidak lagi bertumpu pada perluasan lahan, tetapi pada peningkatan produktivitas melalui riset, teknologi, dan inovasi,” katanya.
Kegiatan pelepasan bibit unggul asal Tanzania tersebut juga menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong lahirnya generasi baru kelapa sawit Indonesia yang lebih unggul dan mampu menjawab tantangan industri global.
Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP menegaskan akan terus memperkuat dukungan terhadap berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri perkebunan nasional.
Dukungan terhadap pengembangan plasma nutfah sawit unggul itu diharapkan menjadi pijakan penting dalam menjaga posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit nasional bagi generasi mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)









