TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur bekerja sama dengan Bank Sampah Mentari Tamiang Layang menggelar Pelatihan Kelola Sampah dengan Pilah Sampah di Aula Klinik Rutan, Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Pelatihan itu turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur, Misnawaty M Yamin, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Barito Timur, PT PLN (Persero), serta Sekolah Trinitas sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Misnawaty menilai kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Pelatihan ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Misnawaty juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari jajaran Rutan Tamiang Layang, Bank Sampah Mentari, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan. Saya berharap sinergi dan kepedulian bersama seperti ini dapat terus terjalin dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Barito Timur,” katanya.

Ketua TP PKK berharap pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan hidup bersih dan produktif, termasuk bagi warga binaan yang mengikuti kegiatan.

“Semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal yang bermanfaat, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Tamiang Layang, Junaidi, mengatakan persoalan sampah menjadi tantangan bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Permasalahan sampah saat ini menjadi tantangan bersama yang memerlukan perhatian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan dan masyarakat secara umum,” ujarnya.

Menurut Junaidi, melalui pelatihan tersebut peserta diajak memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar.

“Melalui kegiatan pelatihan ini kita belajar bahwa sampah bukan hanya limbah, melainkan sesuatu yang dapat dikelola dengan baik sehingga memiliki manfaat dan nilai ekonomi. Budaya memilah sampah juga menjadi langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Sampah Mentari Tamiang Layang yang telah memberikan edukasi kepada peserta mengenai pengelolaan sampah.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Sampah Mentari Tamiang Layang atas dedikasi dan kontribusinya dalam memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah. Terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Junaidi berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap seluruh peserta memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang budaya pengelolaan sampah yang baik, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Khusus bagi warga binaan, kami berharap ilmu yang diperoleh nantinya dapat dimanfaatkan sebagai usaha mandiri yang bermanfaat dan halal setelah mereka bebas,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)