BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Momen akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kapuas Murung, Senin kemarin, ternyata tak hanya menjadi awal kehidupan baru bagi pasangan pengantin, tetapi juga diwarnai aksi peduli lingkungan melalui penanaman pohon.
Program bertajuk satu pohon satu pernikahan itu menjadi bagian dari gerakan Ekoteologi yang didorong Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dalam mendukung Asta Protas Prioritas, khususnya program wakaf ekologi melalui gerakan wakaf pohon oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan calon pengantin.
Melalui inisiatif tersebut, setiap pasangan yang melangsungkan akad nikah diajak menanam satu pohon sebagai simbol komitmen tidak hanya membangun rumah tangga, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kepala KUA Kecamatan Kapuas Murung, Zainal Arifin, mengatakan penanaman pohon dipilih sebagai langkah sederhana namun bermakna untuk menumbuhkan kepedulian ekologis di tengah masyarakat.
“Gerakan satu pohon satu pernikahan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta menjadi bagian dari amal kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan,” ungkapnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Program Ekoteologi menjadi salah satu upaya Kementerian Agama dalam memperkuat keterhubungan antara nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab sosial terhadap alam.
Selain menjadi simbol awal kehidupan baru bagi pasangan pengantin, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktik keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, Kementerian Agama berharap partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan terus meningkat, sekaligus memperluas kesadaran bahwa isu ekologis dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk dari momentum pernikahan. (SABRIANOOR)








