KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah titik di Kuala Kapuas dilaporkan mengalami kenaikan debit air pasang hingga menggenangi kawasan permukiman warga, Selasa siang, 19 Mei 2026.

Genangan terpantau di Jalan K.S Tubun, Seth Adji, Seroja, Jalan Jenderal Sudirman, serta sejumlah wilayah lain dengan ketinggian bervariasi.

Kawasan Jalan K.S Tubun dan Seth Adji menjadi dua lokasi yang paling sering terdampak saat air Sungai Kapuas mengalami pasang tinggi. Warga di wilayah tersebut menyebut air pasang rutin naik hingga ke halaman rumah ketika debit sungai meningkat.

Fenomena kali ini menarik perhatian warga karena terjadi di luar periode bulan purnama yang selama ini kerap dikaitkan dengan pasang maksimum di wilayah bantaran sungai.

“Kalau air pasang sudah rutin naik ke halaman,” ujar Asni, warga Jalan K.S Tubun.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya menjelaskan kenaikan muka air kali ini dipengaruhi fenomena astronomi Super New Moon yang terjadi pada 17 Mei 2026.

Prakirawan BMKG Palangka Raya, Neng Arini menyebut Super New Moon terjadi ketika fase Bulan Baru bertepatan dengan posisi perigee atau titik terdekat Bulan dengan Bumi. Kondisi ini meningkatkan gaya tarik gravitasi sehingga memicu kenaikan pasang di sejumlah wilayah perairan.

“Benar memang belum masuk bulan purnama, tetapi tanggal 17 Mei kemarin ada fenomena Super New Moon, yaitu fase Bulan Baru bertepatan dengan titik perigee.

Hal ini memicu peningkatan ketinggian pasang air di beberapa wilayah perairan, termasuk di Kalimantan Tengah,” ungkap prakirawan BMKG Palangka Raya, Neng Arini kepada Borneonews.

BMKG juga menyatakan telah mengeluarkan rilis peringatan terkait potensi pasang air laut dan sungai akibat fenomena tersebut. Wilayah pesisir Kabupaten Kapuas, termasuk Kuala Kapuas, masuk dalam area yang berpotensi terdampak sehingga masyarakat di kawasan bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. (SABRIANOOR)