BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Fenomena Super New Moon atau fase bulan baru yang diperkirakan meningkatkan pasang maksimum air laut turut berdampak ke wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Kenaikan debit air menyebabkan sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di titik langganan banjir pasang kembali tergenang.

Genangan dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya kawasan Kelayan A ujung hingga sekitar Japri Zam-Zam. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai area yang kerap terdampak ketika debit air sungai meningkat akibat pasang tinggi.

Pantauan di lapangan menunjukkan air menutup sebagian badan jalan dan menghambat aktivitas warga. Sejumlah pengendara sepeda motor tampak harus menuntun kendaraan saat melintasi genangan.

Kondisi air pasang juga dilaporkan masuk ke sejumlah rumah warga, terutama di kawasan permukiman yang berada pada kontur lebih rendah dibanding lingkungan sekitar.

Wahdaniah, warga Kelayan A, mengatakan wilayah tempat tinggalnya memang kerap menjadi titik pertama yang terdampak saat debit air meningkat. Menurut dia, posisi kawasan tersebut membuat genangan lebih cepat terjadi.

“Biasanya banyak yang kena dampak, soalnya di Kelayan A ujung itu lebih rendah,” kata Wahdaniah, Selasa.

Ia menyebut pasang kali ini cukup menarik perhatian warga karena terjadi saat belum memasuki fase bulan purnama, yang umumnya identik dengan kenaikan debit air lebih tinggi. 

“Padahal belum purnama, tapi air sudah pasang sekali,” ujar Salsa, warga lainnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob di wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin dan sekitarnya, pada 16–23 Mei 2026. BMKG menyebut fenomena Super New Moon pada 17 Mei 2026 berpotensi meningkatkan gaya tarik gravitasi yang memicu pasang maksimum dan berdampak pada kawasan pesisir, aliran sungai besar, hingga wilayah rendah perkotaan. (SABRIANOOR/J)