KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, meminta PT Pertamina Patra Niaga terus menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) agar tetap aman hingga ke tingkat Pertashop.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul sempat terjadinya kekosongan BBM di sejumlah Pertashop di wilayah Kabupaten Gunung Mas beberapa waktu lalu.

Sekretaris Daerah Gunung Mas, Richard, mengatakan keberadaan Pertashop sangat penting untuk memperluas distribusi BBM hingga ke desa dan kelurahan di daerah setempat.

“Permintaan ini kami sampaikan karena sebelumnya sempat terjadi kekosongan BBM di beberapa Pertashop,” kata Richard saat dihubungi dari Kuala Kurun, Selasa, 19 Mei 2026.

Saat ini, terdapat tiga SPBU yang beroperasi di Kabupaten Gunung Mas, yakni satu unit di Kecamatan Sepang dan dua unit di Kuala Kurun, Kecamatan Kurun. Selain itu, terdapat belasan Pertashop yang tersebar di berbagai wilayah desa dan kelurahan.

Menurut Richard, keberadaan Pertashop membantu masyarakat memperoleh BBM dengan harga yang lebih wajar dan akses distribusi yang lebih mudah, terutama di wilayah yang jauh dari SPBU.

Karena itu, Pemkab Gunung Mas berharap Pertamina dapat terus memastikan distribusi dan pasokan BBM tetap stabil, baik di SPBU maupun Pertashop.

Permintaan tersebut disampaikan langsung saat Sekda Gunung Mas menerima kunjungan Sales Branch Manager Kalteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Hari Harjunadi, di Kuala Kurun pada 13 Mei 2026 lalu.

Dalam pertemuan itu, Richard juga berharap koordinasi dan sinergi antara Pemkab Gunung Mas dengan Pertamina terus diperkuat guna menjaga kelancaran distribusi BBM di daerah.

Sementara itu, Hari Harjunadi menjelaskan pihaknya melakukan monitoring dan pengawasan terhadap distribusi serta stok BBM di wilayah Gunung Mas.

Menurutnya, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penanganan antrean BBM yang sebelumnya sempat terjadi di sejumlah SPBU wilayah Kuala Kurun.

Ia menyebut kondisi distribusi BBM saat ini sudah jauh lebih kondusif dan antrean panjang di SPBU mulai teratasi.

“Untuk pasokan dan distribusi BBM di wilayah Gunung Mas saat ini dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat pelayanan distribusi BBM, Pertamina juga akan segera mengoperasikan SPBU baru di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya.

Keberadaan SPBU tambahan tersebut diharapkan dapat membantu pemerataan distribusi BBM sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan bahan bakar.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga menetapkan batas kewajaran harga jual BBM jenis Pertamax di tingkat pengecer maksimal Rp16 ribu per liter untuk wilayah Kecamatan Kurun dan sekitarnya.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong mengatakan kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran terkait penguatan pengawasan distribusi serta perlindungan konsumen terhadap stabilitas harga BBM di daerah.

Selain menetapkan batas harga, kebijakan itu juga bertujuan mencegah praktik penimbunan dan menjaga distribusi BBM tetap sesuai ketentuan.

ANTARA