JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara keterampilan praktis.

Dalam kaitan ini, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan dinilai menjadi salah satu pilar penopang utama yang mampu menjembatani kebutuhan industri dengan potensi yang dimiliki oleh masyarakat lokal.

Pemerintah daerah memandang bahwa jalur pendidikan nonformal memiliki keunggulan komparatif dalam hal kecepatan adaptasi kurikulum.

Ketika sektor industri dan teknologi berkembang pesat, lembaga pelatihan mampu merespons dengan cepat melalui penyusunan program-program instan yang berorientasi langsung pada penyerapan tenaga kerja dan penciptaan wirausaha baru.

Fairid menegaskan bahwa investasi pada peningkatan kualitas keterampilan masyarakat merupakan agenda krusial bagi kemajuan daerah.

Dukungan penuh terhadap ekosistem pelatihan kerja ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran serta mendongkrak produktivitas ekonomi warga secara signifikan.

“Lembaga kursus dan pelatihan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja," katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurutnya keterlibatan aktif dari para pengelola lembaga kursus sangat diperlukan untuk melahirkan inovasi program yang berbasis pada potensi lokal.

Kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan menjadi kunci agar kompetensi yang diajarkan selalu relevan dengan dinamika pasar kerja yang terus berubah. (HENDRI/y)