PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Stand pameran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi salah satu yang ramai dikunjungi pada ajang Kalteng Expo 2026 di Kota Palangka Raya. 

Setiap hari tercatat sekitar 500 pengunjung memadati stand Pemkab Kobar, untuk melihat sekaligus membeli berbagai produk unggulan daerah. Bahkan, memasuki hari ketiga, pada 19 Mei 2026 kemarin sudah mendapat omset puluhan juta rupiah. 

Berbagai produk kuliner khas Kobar mendominasi penjualan selama pameran berlangsung. Produk yang paling laris di antaranya Amplang Ikan Tenggiri, Amplang Ikan Pipih atau Belida, Stik Tenggiri, Stik Cumi, Kerupuk Basah, Udang Rebon atau Papai, hingga Ikan Asin Telang.

Kepala DisperindagkopUKM Kobar Fitriyana melalui Sekretaris DisperindagkopUKM Kobar, Muhammad Suhendra mengatakan, pada pembukaan pameran 17 Mei 2026 pihaknya juga menyediakan kuliner khas daerah berupa Coto Manggala serta aneka jajanan tradisional.

“Pembukaan pameran, kami menyediakan Coto Manggala dan jajanan tradisional khas Kobar, pengunjung begitu menyukai kuliner khas Kobar khususnya Coto Manggala,” kata Suhendra, Rabu, 20 Mei 2026.

Antusiasme masyarakat terhadap stand Kobar juga terlihat dari peningkatan omzet penjualan selama tiga hari pelaksanaan expo. Pada hari pertama atau saat pembukaan, total penjualan mencapai Rp4.470.000.

Kemudian pada hari kedua, omzet melonjak menjadi Rp16 juta. Sementara pada hari ketiga, penjualan kembali meningkat hingga mencapai Rp23,1 juta.

Suhendra menjelaskan, stand Pemkab Kobar pada Kalteng Expo 2026 mengusung konsep “4 in 1” yang terdiri atas Kobar Mart, Handicraft Center, Pojok Bisnis, dan Music Traditional Corner.

Pada area Kobar Mart, pengunjung dapat menemukan berbagai produk makanan dan minuman khas daerah seperti keripik, kerupuk, amplang, stik ikan, stik cumi, ikan asin, terasi udang oepn, gula nipah, hingga gula aren.

Sementara di Handicraft Center, DisperindagkopUKM Kobar menampilkan berbagai hasil kerajinan pelaku UMKM lokal. 

Produk yang dipamerkan antara lain olahan kayu ulin berupa cobek, sutil dan talenan, batu kecubung, kerajinan purun, keramik, batik khas Kobar, hingga kaos lukis.

Selain itu, terdapat pula stand Pojok Bisnis yang menjadi sarana promosi peluang investasi dan kerja sama berbagai sektor di Kabupaten Kotawaringin Barat, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.

Di sisi lain, Music Traditional Corner menghadirkan nuansa seni budaya daerah melalui penampilan musik tradisional Pantingan Dambus, serta Pantun Seloka yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Pengunjung begitu antusias membeli hasil produk yang kami tawarkan, sebagian besar dan menjadi favorit adalah Amplang dan Stik Ikan Tenggiri. Baru dua hari kegiatan pameran telah menghasilkan penjualan sebesar Rp20 juta lebih,” ujarnya.

Menurut Suhendra, Kalteng Expo menjadi momentum penting bagi daerah, untuk memperkuat sinergi dan silaturahmi, sekaligus mempromosikan potensi unggulan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Ia menambahkan, keikutsertaan Pemkab Kobar dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah, mendukung keberadaan dan pengembangan pelaku usaha lokal agar semakin dikenal masyarakat luas. (DANANG/H)