PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Andri Permana memastikan Penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik dan Non-Fisik untuk Tahun Anggaran 2027 memberikan dampak nyata bagi warga.

Andri menekankan bahwa orientasi utama dari penyusunan ASB kali ini bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif semata, melainkan berfokus pada hasil akhir yang dapat dirasakan oleh publik.

Dirinya ingin memastikan bahwa program fisik seperti pembangunan infrastruktur maupun program non-fisik seperti pelayanan publik, semuanya bersumber dari perencanaan yang matang.

Dengan tersusunnya Analisis Standar Belanja yang tepat, diharapkan kualitas belanja daerah semakin meningkat sehingga program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kita ingin program pembangunan memiliki dampak langsung yang konkret bagi kesejahteraan warga," katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia juga menambahkan bahwa instrumen ASB ini akan digunakan untuk menganalisis kewajaran beban kerja dan efisiensi biaya pada setiap perangkat daerah.

Penyesuaian standarisasi ini dinilai krusial agar pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di seluruh lini instansi dapat berjalan dengan lebih akuntabel dan transparan.

Di akhir penjelasannya, Andri mengingatkan bahwa hasil akhir dari ASB ini nantinya wajib menjadi pedoman dan acuan baku bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-SKPD) Tahun Anggaran 2027.

Dengan pengawasan yang ketat sejak masa perencanaan, diharapkan efektivitas pembangunan di Kota Palangka Raya dapat tercapai secara maksimal. (HENDRI/H)