BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Banyak produk makanan rumahan punya rasa yang disukai pembeli. Namun di balik rasa yang enak, masih ada persoalan yang sering luput diperhatikan, mulai dari produk yang cepat basi, proses produksi yang kurang higienis, hingga pengemasan yang belum memenuhi standar keamanan pangan.
Kondisi inilah yang menjadi sorotan dalam Bimbingan Teknis Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPOB-IRT) di Kuala Kapuas.
Para pelaku usaha makanan rumahan dari berbagai jenis produk, mulai dari pembuat keripik, kue basah, olahan ikan, hingga sambal kemasan mengikuti pelatihan untuk memahami standar produksi pangan yang aman dan layak edar.
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Agus Waluyo mengungkapkan bahwa banyak usaha rumahan memiliki cita rasa yang baik, namun belum memperhatikan standar keamanan dan ketahanan produk.
Menurutnya, makanan olahan yang diproduksi dengan cara yang benar dapat menjadi lebih higienis, aman dikonsumsi, dan memiliki daya simpan lebih lama.
“Banyak usaha rumahan yang produknya enak rasanya, tapi cepat sekali basi atau bahkan tidak memenuhi standar kesehatan. Padahal, jika penerapannya benar, makanan olahan tersebut bisa jauh lebih awet, higienis, dan aman dikonsumsi oleh keluarga pembeli,” ujar Agus Waluyo, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai tahapan penting dalam proses produksi pangan olahan. Mulai dari pemilihan bahan baku yang segar dan berkualitas, menjaga kebersihan alat dan ruang produksi, hingga teknik pengemasan yang higienis agar produk tidak mudah rusak saat dipasarkan.
Selain penyampaian materi, kegiatan itu juga menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha untuk membahas persoalan izin edar, label kemasan, hingga teknik penyimpanan produk yang tepat. (SABRIANOOR)









