PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD  Palangka Raya, Khemal Nasery mendorong pemerintah daerah memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak parkir selama pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. 

Menurutnya, momentum ribuan pengunjung yang memadati kawasan kegiatan harus dimanfaatkan secara optimal, terutama di area parkir GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya.

Khemal menilai, sebagai tuan rumah pelaksanaan FBIM, Kota Palangka Raya memiliki peluang besar meningkatkan pemasukan daerah dari berbagai sektor penunjang.

Salah satunya retribusi dan pajak parkir kendaraan. Ia menyebut tingginya mobilitas masyarakat selama festival berlangsung menjadi potensi yang tidak boleh terlewatkan.

“FBIM ini event besar tingkat provinsi dan pengunjungnya sangat ramai. Potensi PAD dari parkir tentu besar jika dikelola dengan baik dan transparan,” kata Khemal, Rabu 20 Mei 2026.

Politisi Golkar itu meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan parkir di kawasan GOR Indoor Serbaguna.

Selain memastikan tarif sesuai aturan, ia juga berharap pendapatan dari parkir benar-benar masuk ke kas daerah dan tidak bocor di lapangan.

“Palangka Raya sebagai tuan rumah harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan daerah. Jangan sampai ramai kegiatan, tetapi PAD yang masuk tidak maksimal,” tegasnya.

Selain itu, Khemal juga mengingatkan pentingnya kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan FBIM. Ia berharap pengaturan parkir dilakukan tertib agar tidak menimbulkan kemacetan maupun keluhan pengunjung selama festival budaya tahunan tersebut berlangsung. (MARINI)