BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menerima bantuan 66 unit layanan internet satelit Starlink dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memperluas akses internet di wilayah blank spot, terutama untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik berbasis digital.
"Jadi kita tahun ini ada dapat 66 unit Starlink. Ini merupakan program provinsi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan diharapkan dapat mengintervensi serta mengakselerasi jangkauan informasi di daerah-daerah terpencil," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim Cok Orda Putra Legawa, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut menjadi angin segar bagi Kotim yang masih memiliki banyak wilayah dengan keterbatasan jaringan internet. Dari total 168 desa dan 17 kelurahan di daerah itu, masih terdapat sejumlah kawasan yang belum terjangkau layanan internet secara optimal.
Menurutnya, kondisi geografis Kotim yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan jaringan telekomunikasi. Bahkan di beberapa desa, sinyal internet hanya dapat menjangkau radius terbatas dari titik pemasangan perangkat.
"Memang sampai saat ini masih ada beberapa titik blank spot di wilayah Kotim. Dengan adanya bantuan ini diharapkan keterbukaan informasi maupun akses data di daerah terpencil dapat lebih cepat dijangkau," ujarnya.
Sebanyak 66 unit Starlink tersebut merupakan hasil usulan Pemkab Kotim melalui Diskominfo setelah melakukan pemetaan wilayah blank spot bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
Bantuan itu nantinya diprioritaskan untuk kantor desa, puskesmas pembantu (pustu), dan sekolah yang belum memiliki akses internet memadai atau belum terakomodasi anggaran daerah.
Wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai dan Antang Kalang disebut menjadi prioritas karena kualitas jaringan di kawasan tersebut masih terbatas dan belum stabil.
"Untuk pembagiannya telah kami lakukan inventarisasi, desa-desa mana saja yang belum terjangkau jaringan internet dan kami berkolaborasi dengan OPD terkait, agar jaringan yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih luas untuk pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Ia menambahkan, pemasangan perangkat Starlink akan diprioritaskan di desa yang telah memiliki jaringan listrik atau penerangan jalan umum (PJU) agar operasional perangkat lebih mudah dilakukan.
Namun demikian, pemerintah juga membuka kemungkinan penggunaan panel surya atau solar cell bagi desa yang belum memiliki akses listrik.
"Yang diutamakan memang desa yang sudah memiliki jaringan PJU. Tapi tidak menutup kemungkinan masyarakat atau desa dapat membantu penyediaan solar panel untuk membuka layanan akses internet," ucapnya.
Saat ini, Diskominfo Kotim masih menunggu jadwal realisasi distribusi dari pemerintah provinsi. Sebelum bantuan disalurkan, pemerintah provinsi juga akan menggelar pelatihan teknis bagi operator dari kabupaten dan kota penerima program.
Operator tersebut nantinya bertugas membantu proses distribusi serta sosialisasi penggunaan layanan internet bersama Diskominfo daerah masing-masing.
Selain 66 unit yang telah disetujui, Pemkab Kotim juga kembali mengusulkan tambahan 17 unit Starlink untuk mendukung layanan kesehatan di sejumlah pustu.
Di sisi lain, Diskominfo Kotim juga mengajukan penambahan jaringan internet melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital agar akses internet di wilayah pelosok semakin merata.
"Mudah-mudahan usulan kita ini dipenuhi, khususnya untuk layanan kesehatan yang menjadi prioritas karena sekarang membutuhkan digitalisasi data yang lebih cepat, akurat dan up to date," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









