BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinginnya udara khas Pegunungan Tengah Papua tak mampu mengurangi semangat kepedulian yang membara di dada para prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung.
Mereka menyapa masyarakat di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah dengan penuh kehangatan melalui kegiatan bakti sosial yang menyentuh hati, membuktikan bahwa kehadiran TNI di perbatasan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dan saudara bagi rakyat.
Dipimpin langsung oleh Letda Inf Daniel Nababan, tim dari Satgas Yonif 621/Manuntung membawa serta uluran tangan tulus untuk meringankan beban warga. Dalam kegiatan tersebut, ratusan potong pakaian layak pakai dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya kebutuhan sandang, para prajurit juga menyerahkan sejumlah mushaf Alkitab. Bantuan ini disambut dengan sukacita, kelegaan, dan senyum bahagia yang terlihat jelas di wajah seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, orang tua, hingga anak-anak di wilayah tersebut.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan pendekatan humanis yang selalu dijunjung tinggi oleh TNI. Bagi Satgas, bakti sosial ini adalah upaya tulus untuk merajut keakraban, mempererat tali persaudaraan, serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di wilayah penugasan.
Pemberian bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa kehadiran TNI tidak sekadar sebagai penjaga kedaulatan wilayah, melainkan juga sebagai pelindung dan sahabat yang peduli pada kesejahteraan warga Papua.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan spiritual masyarakat.
Penyerahan Alkitab dinilai memiliki makna yang sangat mendalam bagi warga Distrik Sinak yang dikenal memiliki kehidupan beragama yang kuat. Di tengah keterbatasan akses yang ada, dukungan terhadap kehidupan religius ini menjadi hal yang sangat berarti dan memperkaya keimanan masyarakat setempat.
“Kami hadir bukan hanya menjalankan tugas menjaga wilayah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari masyarakat Papua. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu warga sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat,” ujar Letda Inf Daniel Nababan Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap aspek sosial dan spiritual adalah kunci utama dalam membangun rasa aman, tenteram, dan kebersamaan yang kokoh di tanah Papua Tengah.
Tak berhenti pada pembagian bantuan, tim kesehatan dari Satgas Yonif 621/Manuntung juga turut hadir memberikan pelayanan kesehatan lapangan secara gratis. Berbagai layanan diberikan, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, pengecekan tekanan darah, hingga pemberian pengobatan ringan bagi warga yang mengeluhkan sakit.
Langkah ini menunjukkan perhatian yang komprehensif dari para prajurit untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terjaga dengan baik.
Kehadiran dan kepedulian Satgas mendapatkan sambutan yang sangat hangat serta apresiasi tulus dari warga Distrik Sinak.
Mereka merasa sangat terbantu dan senang melihat perhatian yang diberikan, serta merasakan langsung bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah mereka tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk berbagi dan meringankan kesulitan yang dialami masyarakat sehari-hari.
Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Eko Arif Chrestianto, menegaskan komitmen besar TNI dalam menjaga keutuhan dan kedamaian di Papua melalui pendekatan yang persuasif, humanis, dan penuh kemanusiaan. Baginya, menjaga Papua sama artinya dengan menjaga masa depan Indonesia.
“Menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia. Karena itu kami akan terus hadir untuk masyarakat, membantu kesulitan mereka, dan menjaga kedamaian di tanah Papua,” tegas Letkol Inf Eko Arif Chrestianto. (PATHUR/j)









