BORNEONEWS, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan layanan kesehatan nasional dengan pendekatan yang manusiawi melengkapi pendekatan teknologi dan infrastruktur dalam transformasi kesehatan, guna menghadapi berbagai tantangan kesehatan di Indonesia.
"Pelayanan kesehatan yang manusiawi berarti pasien diperlakukan dengan empati dan penghormatan, akses layanan diberikan secara adil, promotif dan preventif diperkuat, tenaga kesehatan juga dijaga kesejahteraan dan martabatnya," katanya saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 oleh Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) di Jakarta, Rabu.
"Tantangan kesehatan kita semakin kompleks. Kita menghadapi penyakit menular seperti TBC, peningkatan penyakit tidak menular, masalah kesehatan mental, serta disparitas akses layanan kesehatan antarwilayah," dia menjelaskan.
Teknologi kesehatan, kata Benny, seperti artificial intelligence, telemedicine, dan digitalisasi sangat penting, Namun, katanya, teknologi harus tetap menjadi alat untuk memuliakan manusia. Bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan dengan pelayanan kesehatan.
Oleh karena itu, pihaknya konsisten menjalankan transformasi kesehatan, melalui penguatan layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan SDM kesehatan serta teknologi kesehatan.
"Namun, seluruh transformasi terbut harus memiliki satu tujuan utama: menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu Adil dan manusiawi bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Menurutnya, tema yang dipilih ILUNI FKUI pada Hari Kebangkitan Nasional 2026 yakni "Membangun Kesehatan Nasional yang Lebih Manusiawi" sangat relevan, karena pembangunan kesehatan harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan.
Dia menjelaskan bahwa Kebangkitan Nasional lahir dari semangat para pelajar kedokteran STOVIA pada 1908. Artinya, kata Benny, sejak awal kesehatan dan pendidikan telah menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan harapannya agar FKUI dan ILUNI FKUI Terus menjadi mitra strategis pemerintah Dalam pengembangan riset, inovasi, pendidikan kedokteran dan penguatan etika profesi kesehatan di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKUI dr. Anna Rozaliyani mengatakan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat sekaligus penegas bahwa pihaknya akan selalu solid menjaga perjuangan di kampus FKUI, serta menjadi jembatan di tengah pesatnya berkembangan teknologi dan segala dinamikanya.
Anna menyebutkan, dinamika yang tidak dikelola dengan bijaksana dapat menjadi diskusi di mana tidak semuanya sependapat dan sejalan. Namun demikian, katanya, meski berbeda, suara para dokter adalah refleksi dari niat baik untuk menjaga profesi luhur tersebut.
"Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional, mari terus menjaga semangat pengabdian, empati dan keberpihakan kepada kemanusiaan dalam setiap langkah kita," ujarnya.
ANTARA









