PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya gencar melakukan terobosan di sektor pertanian dengan mengembangkan sistem smart farming (pertanian cerdas).

Langkah strategis ini diambil guna mendorong produktivitas sektor pangan sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Melalui pemanfaatan teknologi modern, pola tani konvensional perlahan digeser menuju sistem yang lebih terukur dan efisien.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan bahwa modernisasi ini mendesak untuk dilakukan agar sektor pertanian lokal memiliki daya saing tinggi.

Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi infrastruktur dan pelatihan yang diperlukan agar inovasi ini dapat diadopsi secara luas oleh kelompok tani di wilayah tersebut.

"Target utamanya adalah menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan," katanya, Kamis, 21 Mei 2026.

Fokus utama dari pengembangan ini adalah pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT).

Dengan menyematkan sensor pintar di area lahan, para petani kini dapat memantau kondisi tanaman secara real-time melalui perangkat ponsel pintar.

"Data terkait kelembapan tanah, suhu udara, hingga tingkat keasaman lahan dapat diakses secara akurat tanpa harus terus-menerus berada di ladang," ujarnya.

Selain kemudahan pemantauan, implementasi IoT ini berdampak besar pada efisiensi biaya produksi, khususnya dalam penggunaan pupuk dan air.

Sistem pintar akan memberikan rekomendasi dosis pemupukan yang presisi sesuai dengan kebutuhan aktual tanaman pada saat itu.

Pola ini tidak hanya menghemat pengeluaran petani secara signifikan, tetapi juga menjaga kualitas tanah dari risiko kerusakan akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan.

Zaini menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat krusial dalam keberlanjutan program ini.

Karakter petani muda yang cenderung adaptif terhadap teknologi digital diharapkan mampu menjadi motor penggerak digitalisasi pertanian di Kota Cantik.

Pemerintah optimistis kehadiran teknologi IoT dapat mengubah citra pertanian yang selama ini dianggap melelahkan menjadi sektor usaha yang modern dan menjanjikan. (HENDRI/y)