KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten Seruyan menerima Sertifikat Penghargaan Non-Polio Acute Flaccid Paralysis (NPAFP) Rate 2025 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas keberhasilannya mencapai target surveilans kesehatan nasional.

Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah yang mampu memenuhi target surveilans minimal ≥ per 100.000 penduduk usia di bawah 15 tahun sebagai bagian dari upaya deteksi dini virus polio dan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Ruspandian Noor mengatakan capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen daerah dalam menjaga kualitas sistem surveilans kesehatan masyarakat.

“Capaian ini menjadi pendorong bagi daerah untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti polio, campak, dan rubella, demi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Seruyan untuk terus aktif melakukan pemantauan, pelaporan, dan penanganan dini terhadap suatu penyakit.

Dengan diraihnya penghargaan NPAFP Rate 2025 ini, Kabupaten Seruyan diharapkan dapat terus mempertahankan kualitas layanan kesehatan serta meningkatkan cakupan imunisasi demi melindungi kesehatan anak-anak dan masyarakat secara luas. (FAHRUL/y)