PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia atau SDM perkebunan melalui kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan atau Beasiswa Sawit di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dalam rangka Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sorong, Papua Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung di Aston Sorong Hotel pada 12 Mei 2026 tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari pelajar SMA sederajat dan guru dari berbagai sekolah di Sorong, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan sawit.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan, Zaid Burhan Ibrahim, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa program Beasiswa Sawit menjadi salah satu langkah strategis BPDP dalam menciptakan SDM unggul dan berdaya saing di sektor perkebunan.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi bentuk komitmen BPDP untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda di wilayah 3T agar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi di bidang perkebunan sawit.

“Program Beasiswa Sawit diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap mendukung pembangunan perkebunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas SDM di daerah,” ujarnya dalam rilis BPDP pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pada sesi pemaparan materi, Kepala Divisi Pengembangan SDM BPDP, Sudi Bawa Suwita, menjelaskan secara menyeluruh mengenai Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan BPDP.

Ia memaparkan tujuan program, cakupan pembiayaan, persyaratan peserta, hingga manfaat program dalam mendukung regenerasi SDM sawit nasional. Program tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja perkebunan yang profesional dan mampu menjawab tantangan industri sawit ke depan.

Sementara itu, Sri Gunawan dari AKPY menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di sektor sawit serta peluang besar yang tersedia bagi lulusan pendidikan perkebunan di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa industri sawit membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan memiliki pemahaman keberlanjutan untuk mendukung perkembangan sektor perkebunan Indonesia secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BPDP berharap semakin banyak generasi muda di wilayah Papua Barat Daya yang tertarik memanfaatkan program Beasiswa Sawit sebagai jalur untuk meningkatkan pendidikan dan kompetensi di sektor perkebunan. (TESTI PRISCILLA/H)