SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar gerakan pangan murah (GPM) menjelang Hari Raya Iduladha. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, kegiatan tersebut  sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di masyarakat.

“Gerakan pasar murah ini memang kami agendakan menjelang hari besar keagamaan. Sebelumnya telah dilaksanakan menjelang Idulfitri dan sekarang kita laksanakan kembali menjelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei 2026,” jelasnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas pokok vital yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, antara lain minyak goreng, beras, gula, telur, bawang, dan sayur-sayuran.

“Ada juga tepung dan makanan lainnya yang langsung kami datangkan dari distributor sehingga kualitasnya terjamin,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, dengan harga jual produk di pasar murah dipastikan lebih rendah dari HET.

“Semangat kami adalah menjual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi sehingga ini bisa membantu menstabilkan harga pangan di Kotim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan menjelang hari besar keagamaan kerap menghadapi tantangan, karena ada kecenderungan harga pangan meningkat signifikan akibat tingginya permintaan.

“Dengan cara ini kami turut meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan selama masa-masa seperti Iduladha,” tandas Yephi.

Melalui inisiatif tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menjamin akses pangan yang cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menghindari gejolak harga yang merugikan konsumen.

“Ke depan kami akan terus berupaya mengoptimalkan intervensi seperti pasar murah ini agar kesejahteraan masyarakat lebih terjaga,” pungkasnya. (DEVIANA//R)