PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu bersaing hingga menembus pasar internasional melalui penguatan kualitas produk dan perluasan akses pasar ekspor.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdagperin Provinsi Kalteng Evelyin Dian Mayasari mengatakan komoditas lokal Kalteng, terutama produk kerajinan tangan, memiliki daya tarik tinggi bagi konsumen mancanegara.

“Negara luar sangat menyukai produk yang alami dan memiliki cerita (history), seperti kerajinan rotan, getah nyatu, madu kelulut, hingga bawang dayak yang berkhasiat herbal. Nilai jual produk-produk ini di pasar global bisa berkali-kali lipat dibanding pasar domestik,” kata Evelyin Dian Mayasari seperti dikutip Borneonews pada Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, karakteristik produk yang alami dan memiliki nilai budaya menjadi salah satu faktor yang membuat produk asal Kalimantan Tengah diminati di pasar luar negeri.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas lokal seperti kerajinan rotan, getah nyatu, madu kelulut dan bawang dayak memiliki peluang pasar yang besar karena menawarkan keunikan yang tidak banyak ditemukan di negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Evelyin saat menjadi narasumber bersama host Diskominfosantik Kalteng Ika Alqinaya dalam program Podcast Diskominfosantik Kalteng pada pagelaran Kalteng Expo 2026 di halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya.

“Negara luar sangat menyukai produk yang alami dan memiliki cerita (history), seperti kerajinan rotan, getah nyatu, madu kelulut, hingga bawang dayak yang berkhasiat herbal. Nilai jual produk-produk ini di pasar global bisa berkali-kali lipat dibanding pasar domestik,” tegasnya. (HERMAWAN DP/j)