KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemerintah terus berupaya memberikan jaminan keamanan pangan kepada masyarakat, khususnya terhadap produk pangan asal hewan seperti daging, agar aman dikonsumsi dan terhindar dari risiko penyakit menular dari hewan ke manusia.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan penerapan kesejahteraan hewan serta penanganan daging Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) yang dilaksanakan di Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Selasa, 19 Mei 2026.

"Melalui kegiatan tersebut, pemerintah juga berupaya melindungi peternak dari kerugian akibat menurunnya kualitas produk hewan yang tidak memenuhi kriteria ASUH. Selain itu, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas Aryantoni melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Yuliana Elisabet, Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya konsumsi protein hewani untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. 

Dengan terpenuhinya asupan protein hewani yang baik, diharapkan masyarakat memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas yang lebih tinggi.

Ia menjelaskan, pemotongan hewan juga harus dilakukan di tempat yang memenuhi standar teknis sesuai peraturan perundang-undangan dan Peraturan Menteri Pertanian.

Selain itu, wajib dilakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk mencegah penularan penyakit zoonosis dari hewan ke manusia.

“Terlebih saat ini masih ada kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku atau PMK serta Lumphy Skin Disease atau LSD, sehingga pemeriksaan kesehatan hewan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan penyembelihan secara halal menjadi tahapan krusial dalam menentukan status kehalalan produk daging. (RISKA YULYANA)