BORNEONEWS, Sampit – Sebuah insiden unik namun penuh ketegangan terjadi di Kelurahan Ketapang, saat seorang bocah laki-laki mengalami cedera akibat cincin yang terjepit dan tidak bisa dilepas dari jari manis tangan kanannya.
Kejadian ini memaksa keluarga korban mencari bantuan di Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Jalan Bengkirai II, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
“Berdasarkan informasi dari pelapor, cincin yang berada di jari manis tangan kanan korban tidak bisa dilepas dan sampai menyebabkan cidera,” kata Anggota Tim Damkar Kotim, Rusdiansyah , Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengungkapkan proses penanganan memakan waktu sekitar 30 menit dengan penuh kehati-hatian guna mencegah cedera lebih lanjut pada korban.
“Alhamdulillah, setelah kurang lebih 30 menit berupaya, cincin berhasil kami lepaskan dan operasi kami nyatakan selesai,” ujarnya.
Insiden yang sederhana ini menjadi pengingat penting akan potensi risiko benda kecil seperti cincin terutama ketika digunakan oleh anak-anak.
Kecepatan dan ketepatan respons tim pemadam kebakaran dalam menangani situasi ini pun mendapat apresiasi dari keluarga korban dan masyarakat sekitar.
“Peristiwa ini mengilustrasikan betapa pentingnya kesiapsiagaan petugas kami dalam menangani beragam kejadian yang mungkin tidak terduga namun membutuhkan tindakan cepat,” tutup Rusdiansyah.
Keberhasilan tim Damkar Kotim dalam membantu melepaskan cincin yang terjepit memberi gambaran nyata kontribusi mereka dalam pelayanan publik, tak hanya dalam kebakaran, tapi juga berbagai kasus darurat yang dialami masyarakat. (DEVIANA/R)









