BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pertanian (Distan) Kotawaringin Barat (Kobar) mengerahkan sebanyak 89 petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan di 381 titik penyembelihan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kobar.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Kobar, Gusti M Sofyannoor mengatakan, pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 29 Mei 2026.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum dan sesudah penyembelihan guna memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan,” ujarnya di Pangkalan Bun, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan ibadah kurban, sekaligus memastikan proses penyembelihan berjalan tertib dan lancar.
Selain pengawasan di lokasi penyembelihan, Distan Kobar juga memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk dari luar daerah. Pengawasan dilakukan sejak dari daerah asal ternak hingga tiba di lokasi penjualan atau kandang penampungan di Kobar.
Setiap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kotawaringin Barat wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan dokter hewan berwenang dari daerah asal.
Dokumen tersebut memuat informasi terkait asal ternak, jumlah hewan, identitas pemilik atau pengirim, tujuan pengiriman, hingga keterangan bahwa hewan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit hewan menular strategis.
Distan Kobar juga bekerja sama dengan petugas Badan Karantina Pertanian untuk melakukan verifikasi dokumen serta pemeriksaan fisik hewan secara langsung.
“Pemantauan lanjutan juga dilakukan di kandang penampungan dan lokasi penjualan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga sampai pelaksanaan kurban,” katanya.
Menurut Sofyannoor, pengawasan maksimal diperlukan agar hewan kurban yang beredar di masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi.
Selain itu, pengawasan tersebut juga menjadi langkah pencegahan masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular di wilayah Kobar.
Ia pun mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban dan tidak mudah tergiur harga murah tanpa memperhatikan kondisi kesehatan ternak.
“Dengan kehati-hatian masyarakat dan pengawasan bersama, diharapkan pelaksanaan kurban tahun ini berjalan aman, sehat dan sesuai prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh dan Halal,” tutupnya.









