BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mulai melakukan penjaringan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin di wilayah setempat.
Kepala Dinsos Gunung Mas, Sugiarto mengatakan, kuota Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 mencapai 270 siswa. Jumlah itu terbagi masing-masing 90 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
“Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya di Kuala Kurun, Kamis, 21 Mei 2026.
Untuk mempercepat proses penjaringan, Dinsos Gunung Mas menginstruksikan SDM Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) agar aktif melakukan penjangkauan calon peserta didik.
Selain itu, para petugas diminta menjalin koordinasi dengan camat, kepala desa, hingga lurah di wilayah masing-masing. Proses penjangkauan ditargetkan selesai paling lambat 30 Mei 2026.
Kabupaten Gunung Mas sendiri menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah yang ditunjuk sebagai lokasi Sekolah Rakyat rintisan tahun 2025 sekaligus menerima pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Sekolah Rakyat rintisan di Gunung Mas resmi dibuka pada 29 September 2025 dengan memanfaatkan bangunan Hotel Gunung Mas di Kuala Kurun sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar.
Pada tahap awal pelaksanaan, sekolah tersebut menerima 100 siswa yang terdiri atas dua rombongan belajar tingkat SD dan dua rombongan belajar tingkat SMP.
Sementara itu, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, mulai dikerjakan sejak peletakan batu pertama pada 26 Januari 2026.
Pemerintah daerah menargetkan pembangunan segera rampung sehingga seluruh aktivitas belajar mengajar nantinya dapat dipusatkan di lokasi tersebut.









