PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya membagikan ribuan bibit cabai kepada masyarakat sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto mengatakan pembagian bibit cabai dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen padi, panen sorgum, dan penanaman cabai bersama unsur Forkopimda.

“Kami menyiapkan ribuan bibit cabai untuk masyarakat. Secara seremoni kemarin bibit dibagikan kepada Forkopimda dan langsung ditanam,” kata Sugiyanto di Palangka Raya, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia mengungkapkan kebutuhan cabai di Kota Palangka Raya saat ini mencapai sekitar satu ton per hari. Namun, produksi petani lokal baru mampu memenuhi sekitar 0,25 ton sehingga sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar daerah.

Menurut Sugiyanto, peningkatan produksi cabai lokal menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasaran.

Selain itu, program pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai dinilai mampu membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

“Program ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan kemandirian pangan di Kota Palangka Raya dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah,” ujarnya.

Selain pengembangan cabai, Pemkot Palangka Raya juga mulai mendorong budidaya tanaman sorgum sebagai alternatif sumber pangan masa depan.

Sugiyanto menyebut sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena lebih adaptif terhadap kondisi lahan tertentu dan kini sudah mulai dipanen.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan keterbatasan lahan di wilayah setempat tidak boleh menjadi penghambat pengembangan sektor pertanian.

Ia menilai lahan gambut dengan tingkat keasaman rendah tetap dapat dimanfaatkan untuk pertanian apabila dikelola dengan tepat dan disertai inovasi.

“Kami ingin membuktikan bahwa lahan di Kota Palangka Raya tetap bisa dimanfaatkan untuk pertanian meski kondisi lahannya didominasi gambut,” katanya saat menghadiri panen padi gogoh bersama Forkopimda di kawasan pertanian kompleks perkantoran pemerintah daerah.

Menurut Zaini, secara normal produktivitas padi gogoh bisa mencapai sekitar empat ton. Namun, kondisi lahan gambut dan rendahnya pH tanah membuat hasil panen di lokasi tersebut belum maksimal.

Karena itu, ia meminta dinas terkait terus melakukan inovasi agar seluruh potensi lahan di Kota Palangka Raya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan daerah.