BORNEONEWS, Sampit - Ketua TP Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Khairiah Halikinnor mengajak kader Posyandu turut berperan aktif dalam upaya pencegahan banjir.
"Karena Posyandu saat ini 6 SPM. Jadi pengairan, drenasi itu masuk juga. Jadi karena di sini ada kadernya. Karena yang bekerja atau ujung tombak di kelurahan dan desa itu kebanyakan kader," kata Khairiah, Kamis, 21 Mei 2026.
Hal tersebut disampaikan Khairiah saat melakukan kunjungan dan pembinaan Posyandu 6 SPM di Posyandu Anggur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Ia menjelaskan, kader Posyandu dinilai menjadi pihak yang paling memahami kondisi lingkungan masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, keberadaan Posyandu 6 SPM tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menyentuh bidang lain seperti pekerjaan umum yang di dalamnya juga berkaitan dengan persoalan drainase dan banjir.
"Jadi kader yang lebih tahu permasalahan di lingkungannya. Jadi kenapa posyandu 6 SPM itu karena kader adalah salah satu ujung tombak tercapainya pembangunan di kebupaten atau di daerah atau desa kelurahan itu," ujarnya.
Khairiah menilai persoalan banjir di wilayah perkotaan Kotim sebagian besar dipicu buruknya drainase dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
"Kalau di kota ini, bencana yang lain tidak ada, hanya banjir saja. Karena drainase kita kurang," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya agar tidak menyumbat saluran air.
"Tolong sampahnya habis masak ataupun membersihkan halaman dibuang di tempat semestinya pembangunan sampah. Atau di kubur karena daun-daun bisa jadi kompos juga," imbuhnya.
Menurut Khairiah, banjir di wilayah perkotaan sebenarnya dapat lebih cepat surut apabila drainase berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat sampah.
"Supaya jangan teriak-teriak jika banjir. Padahal kadang-kadang banjir itu karena diri kita sendiri. Tapi di daerah kita ini banjirnya tidak terlalu lama kalau tidak dibarengi dengan pasang air," bebernya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pelayanan di Posyandu Anggur tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang rutin membawa anak ke Posyandu setiap bulan.
Khairiah juga menyinggung persoalan stunting di Kotim yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, kehadiran Posyandu sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
"Kita ketahui, stunting di Kotim masih tinggi. Jadi dengan setiap bulannya ke Posyandu bisa mereka memantau anak cucu, ponakan mereka setiap bulannya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/J)









