BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Lautan manusia memadati kawasan Jalan Barito, Kuala Kapuas, Kamis malam, 21 Mei 2026. Ribuan warga datang sejak selepas Maghrib untuk menghadiri Peringatan Haul Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani yang dipusatkan di Majelis Taklim Mudzakaratil Ummah.
Arus jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru kota. Tidak hanya memenuhi Jalan Barito, keramaian juga meluber hingga ke Jalan Teratai dan Jalan Seroja. Sebagian besar warga memilih berjalan kaki demi bisa lebih cepat mencapai lokasi acara.
Suasana malam itu berubah menjadi begitu religius. Jamaah terlihat duduk rapat memenuhi kawasan majelis sambil melantunkan salawat dan zikir menunggu dimulainya rangkaian haul. Di sisi lain, warga yang baru datang terus mencari celah untuk dapat mengikuti kegiatan dari dekat.
Peringatan haul menghadirkan Guru H.M Rasyid Ridha sebagai pembicara utama. Acara berlangsung khidmat dengan diisi tausiah keagamaan serta doa bersama untuk mengenang ulama besar Syekh Samman Al-Madani yang dikenal luas dalam perkembangan dakwah Islam dan ajaran tasawuf.
Ramainya jamaah membuat akses di sekitar lokasi dipadati kendaraan dan pejalan kaki. Namun kondisi tetap terkendali karena masyarakat tampak saling membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Dari Jalan Teratai sampai Jalan Barito penuh jamaah yang datang berjalan kaki demi bisa ikut majelis dan mendengarkan tausiah,” ujar Rahman, salah seorang warga Kuala Kapuas yang hadir di lokasi.
Momentum haul tersebut kembali menunjukkan kuatnya tradisi keagamaan masyarakat Kuala Kapuas. Bagi banyak warga, menghadiri haul bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap ulama serta ajang mempererat silaturahmi antarjamaah.
Kegiatan haul juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Al-Mursyid Amin TV sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir tetap bisa mengikuti rangkaian acara dari rumah. (SABRIANOOR/j)









