PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 500 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya menerima produk asuransi mikro gratis dalam kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan sektor perasuransian yang digelar Lembaga Jasa Keuangan (LJK) bersama Otoritas Jasa Keuangan.

Selain mahasiswa, produk asuransi perlindungan juga diberikan kepada 20 dosen di lingkungan UMPR sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan edukasi asuransi tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pemanfaatan produk perlindungan keuangan.

Menurutnya, generasi muda perlu mulai membangun kesadaran mengenai pengelolaan risiko sejak dini agar memiliki kesiapan menghadapi ketidakpastian di masa depan.

“Pentingnya literasi asuransi sejak dini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya berbagai risiko kehidupan, mulai dari risiko kesehatan, kecelakaan, bencana, hingga ketidakpastian ekonomi,” jelas Primandanu dalam rilisnya pada Jumat, 22 Mei 2026.

Direktur Kerja Sama dan Hubungan Internasional UMPR, Rakhdinda Dwi Arta Qairi mengapresiasi kolaborasi antara OJK dan LJK dalam memperluas edukasi keuangan bagi mahasiswa.

Ia menilai pemberian asuransi mikro gratis dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya sadar risiko dan perencanaan keuangan di kalangan mahasiswa.

Kegiatan edukasi tersebut juga diisi pemaparan materi mengenai produk asuransi dan perlindungan finansial yang aman, legal, serta berada di bawah pengawasan OJK.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa didorong agar lebih memahami pentingnya menjaga stabilitas finansial melalui instrumen perlindungan yang tepat. (TESTI PRISCILLA/H)