BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Yayasan Hasanka Palangka Raya, M Yamin Mukhtar mengapresiasi kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Lembaga Jasa Keuangan Syariah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung penguatan literasi dan tata kelola keuangan bagi pelajar.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Kick Off Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan launching Program Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah atau EPIKS di Aula Hasanka Boarding School, Palangka Raya.
Menurut Yamin, program EPIKS menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini kepada pelajar melalui prinsip 3K, yakni keamanan, kenyamanan, dan keuntungan.
“Keamanan dimaknai sebagai upaya meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan uang. Kenyamanan berarti kemudahan bagi pelajar dan orang tua dalam melakukan transaksi, sedangkan keuntungan merupakan manfaat nyata yang dapat dirasakan seluruh pihak melalui pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya dalam rilis OJK Kalteng pada Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menilai, penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan pemahaman finansial peserta didik, tetapi juga mendukung terciptanya tata kelola sekolah yang lebih modern dan tertata.
Yamin berharap sinergi antara Yayasan Hasanka, OJK Provinsi Kalimantan Tengah, dan Lembaga Jasa Keuangan Syariah dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya memberikan kemudahan akses literasi dan inklusi keuangan syariah, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bermanfaat, serta mendukung tata kelola pendidikan yang semakin baik dan berkelanjutan,” katanya lagi.
Melalui program tersebut, Hasanka Boarding School juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital syariah di lingkungan sekolah guna membangun budaya pengelolaan keuangan yang lebih tertib, aman, dan efisien sejak usia dini. (TESTI PRISCILLA/H)









