PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya tinggi secara makro, tetapi juga mampu dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari tema Pesona Tambun Bungai (PTB) tahun ini yang mengusung sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Kalteng, Edi Juardi mengatakan tema PTB sejalan dengan arah kebijakan nasional melalui Asta Cita yang menekankan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

“Pemerintah Daerah berkomitmen penuh agar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga dirasakan secara inklusif oleh seluruh masyarakat di Bumi Tambun Bungai,” kata Edi Juardi, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dalam RPJMD Provinsi Kalteng 2025–2029, transformasi ekonomi daerah menjadi salah satu misi utama pemerintah. Fokus tersebut diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, produktif, dan berlandaskan keunggulan lokal, termasuk penguatan sektor UMKM dan koperasi agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.

Selain itu, Pemprov Kalteng bersama Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi strategis melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menggeser struktur ekonomi yang selama ini didominasi sektor primer menuju sektor industri pengolahan berbasis agroindustri dan manufaktur lokal sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Edi menambahkan, penguatan ekonomi inklusif juga dilakukan melalui akselerasi digitalisasi keuangan, perluasan penggunaan QRIS, kemudahan akses pembiayaan produktif bagi UMKM, hingga pendampingan standardisasi dan sertifikasi produk lokal seperti halal, PIRT, dan kemasan modern.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita ingin produk UMKM Kalteng mampu masuk pasar ritel nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (MARINI/H)