BORNEONEWS, Palangka Raya – Kondisi cuaca yang semakin panas dan kering belakangan ini melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi potensi bencana lingkungan tersebut.
Menurut Junaidi, kenaikan suhu udara dan berkurangnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat kondisi lahan, tanah, dan vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar, terutama di kawasan gambut dan lahan terbuka.
Ia mengingatkan, kondisi ini sangat rawan dan memerlukan perhatian serius agar api tidak mudah muncul dan meluas menjadi kebakaran besar yang merugikan banyak pihak.
"Cuaca yang semakin panas ini menjadi peringatan dini bagi kita semua. Kekeringan yang terjadi membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Oleh karena itu, saya mengimbau baik masyarakat maupun pemerintah daerah untuk segera meningkatkan langkah pencegahan dan pengawasan di setiap wilayah masing-masing," tegas Junaidi, Jumat, 22 Mei 2026.
Secara khusus, ia meminta pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga desa untuk mengaktifkan kembali tim siaga Karhutla, memperketat patroli di titik-titik rawan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman.
Pemetaan wilayah yang berisiko tinggi juga perlu diperbarui agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi jika sewaktu-waktu terjadi titik panas atau kebakaran.
Bagi masyarakat, politisi ini mengimbau agar berhenti total dari kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok atau sisa api sembarangan di area hutan maupun pinggir jalan.
Ia mengingatkan bahwa api sekecil apa pun dapat berkembang menjadi kebakaran hebat dalam waktu singkat saat kondisi lingkungan sedang sangat kering dan berangin.
Junaidi menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama, mengingat dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kenyamanan hidup warga akibat kabut asap.
"Saya berharap sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dapat menjaga Kalimantan Tengah tetap aman, asri, dan terhindar dari ancaman kebakaran di musim kemarau ini," pungkasnya. (PATHUR/H)









